
SELURUH kandidat yang bertarung memperebutkan posisi Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) berikutnya telah diundang secara resmi untuk berpartisipasi dalam debat terbuka di Aula Majelis Umum PBB (UNGA) pada 23 Juli mendatang.
Kepastian agenda tersebut disampaikan langsung oleh La Neice Collins, juru bicara Presiden UNGA, dalam konferensi pers di Markas Besar PBB, New York, Kamis (9/7) waktu setempat.
Collins memaparkan, Presiden UNGA Annalena Baerbock telah mengirimkan surat edaran resmi kepada seluruh negara anggota PBB guna menginformasikan kehadiran para kandidat dalam adu visi dan misi tersebut.
“Informasi tambahan mengenai teknis pelaksanaan debat, termasuk rincian terkait prosedur registrasi acara, akan kami sampaikan secara berkala pada waktunya,” ujar Collins.
Saat ini, bursa persaingan menuju kursi PBB-1 diisi oleh enam kandidat kuat yang telah mendaftarkan diri secara resmi. Menariknya, konstelasi pemilihan kali ini diwarnai oleh dominasi keterwakilan gender, di mana empat dari enam kandidat tersebut merupakan tokoh perempuan yang berasal dari kawasan Amerika Latin dan Karibia.
Proses penyaringan ini dilakukan mengingat masa jabatan Sekjen PBB saat ini akan resmi berakhir pada pengujung tahun 2026. Berdasarkan garis waktu yang telah ditetapkan, Sekjen PBB terpilih yang baru dijadwalkan bakal mulai mengemban tugas dan mengambil alih tongkat estafet kepemimpinan terhitung sejak 1 Januari 2027.
